Perjalanan Basaria menuju kursi pimpinan lembaga anti-korupsi itu sempat menjadi sorotan media. Basaria merupakan perwira tinggi Polri yang mengajar di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri di Lembang.
Custom Search
Showing posts with label BERITA SUMUT. Show all posts
Showing posts with label BERITA SUMUT. Show all posts
Inspektur Jenderal Basaria Panjaitan, Wanita Pertama di Kursi Pimpinan KPK
Perjalanan Basaria menuju kursi pimpinan lembaga anti-korupsi itu sempat menjadi sorotan media. Basaria merupakan perwira tinggi Polri yang mengajar di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri di Lembang.
Jadi Pimpinan KPK, Saut Situmorang Janji Tangkap Koruptor 'Ikan Paus'
Salah satu pimpinan KPK terpilih, Saut Situmorang memiliki visi 80 persen untuk pencegahan dan 20 persen untuk penindakan seperti misalnya operasi tangkap tangan (OTT). Walau porsinya sangat kecil, Saut berjanji KPK ke depan dalam sekali OTT, akan menangkap koruptor atau pemain skala besar.
Franky Sibarani Resmi Jadi Kepala BKPM
"Mengangkat saudara Franky Sibarani sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)," jelas Keputusan Presiden (Keppres) yang dibacakan oleh Protokoler Istana Negara, saat pelantikan, Kamis (27/11/2014)
100 Anggota DPRD Sumut Terpilih Pemilihan Umum tahun 2014.
Pengumuman dan penetapan itu disampaikan dalam rapat pleno terbuka di aula KPU Sumut di Medan, Selasa [13/05] , yang disaksikan seluruh saksi parpol dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) Sumut.
Dari penetapan yang disampaikan KPU Sumut, Partai Golkar meraih kursi terbanyak yakni 17 kursi, disusul PDI Perjuangan 16 kursi, Partai Demokrat 14 kursi, Partai Gerindra 13 kursi, dan Partai Hanura 10 kursi.
Peserta Pemilu lainnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sembilan kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) enam kursi, Partai NasDem lima kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) empat kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiga kursi, serta Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia (PKPI) tiga kursi. Satu-satunya peserta Pemilu tahun 2014 yang tidak mendapatkan kursi di DPRD Sumut adalah Partai Bulan Bintang (PBB).
Politisi Partai Golkar yang terpilih menjadi anggota DPRD Sumut adalah Ajib Shah, M Faisal, Wagirin Arman, Muchrid Nasution, Hanafiah Harahap, Indra Alamsyah, Helmiati, Syamsul Bahri Batubara, Novita Sari, Yasir Ridho Lubis, Chaidir Ritonga, Arota Lase, Fernando Simanjuntak, Janter Sirait, Leonard Surungan Samosir, Putri Susi Melani Daulay, dan Sampang Malem.
Dari PDI Perjuangan tercatat nama Brilian Moktar, Budiman Nadapdap, Zahir, Ruben Tarigan, Sutrisno Pangaribuan, Augus Napitupulu, Effendi Panjaitan, Efendi Napitupulu, Baskami Ginting, Wasner Sianturi, HM Afan, Analisman Zalkhu, Sarma Hutajulu, Jantoguh Damanik, dan Sudarto Sitepu.
Dari Partai Demokrat, terdapat nama Saleh Bangun, HT Milwan, Arifin Nainggolan, Meilizar Latif, Guntur Manurung, Syahrial Tambunan, Hartoyo, Mustofawiyah, Tiaisah Ritonga, Lidiani Lase, Sopar Siburian, Rony Reynaldo Situmorang, Muhri Fauzi Hafiz, dan Jenny Riany Lucia Berutu.
Kemudian, Partai Gerindra yakni Sonny Firdaus, Salomo TR Pardede, Yantoni Purba, Eveready, Ramses Simbolon, Sri Kumala, Ari Wibowo, Parlinsyah Harahap, Fajar Waruwu, Donald Lumbanbatu, Richard Pandapotan Sidabutar, Astrayudha Bangun, dan Ajie Karim.
Caleg terpilih dari Partai Hanura adalah Zulkifli Effendi Siregar, Darwin Lubis, Firman Sitorus, Ebenezer Sitorus, Patar Sitompul, Fanotona Waruwu, Aduhot Simamora, Rinawati Sianturi, Robby Anangga, dan Toni Togatorop.
PKS mendapatkan sembilan kursi yang diraih HM Hafez, Ikrimah Hamidy, Satrya Yudho Wibowo, Zulfikar, Syamsul Qodri Marpaung, Basyir, Burhanuddin Siregar, Hidayah Herlina Gusti, dan Khairul Anwar.
Sebanyak enam kursi PAN didapatkan Syah Afandin, Parluhutan Soregar, Zulkifli Husein, Muslim Simbolon, Aripay Tambunan, dan Iskandar Sakty Batubara. Dari Partai NasDem yang terpilih menjadi anggota DPRD Sumut adalah HM Nezar Djoeli, Jubel Tambunan, Delmeria, Inge Amelia Nasution, dan Anhor Monel.
Empat caleg PPP yang lolos adalah Yulizar Parlagutan Lubis, Bustami HS, Ahmadan Harahap, dan Hasaidin Daulay. Disusul tiga caleg PKB yakni Zeira Salim Ritonga, Philips Perwira Juang Nehe, dan Tigor Lumbantoruan. Sedangkan tiga kursi DPRD Sumut lagi diisi politisi PKPI yakni Januari Siregar, Robi Agusman Harahap, dan Juliski Simorangkir
DAFTAR BAKAL CALON ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN DAERAH RI DALAM PEMILU TAHUN 2014
Dalam papan pengumuman di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, ke-29 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu adalah Prof Damayanti Lubis (5.253 dukungan), Erick Sitompul (5.555 dukungan), dan Dedi Iskandar Batubara (6.426 dukungan).
Kemudian, Rijal Sirait (6.605 dukungan), Turunan Gulo (17.747 dukungan), Parlindungan Purba (7.924 dukungan), Rafdinal (6.320 dukungan), Benny Pasaribu (6.939 dukungan), Syariful Mahya Bandar (9.753 dukungan), Eka Dharyanto (5.561 dukungan), dan EB Sinaga (6.293 dukungan).
Setelah itu, Muhammad Nuh (6.297 dukungan), Rudolf M Pardede (5.553 dukungan), Nagasakti Perangin-angin (5.553 dukungan), Ibrahim Sakty Batubara (6.766 dukungan), Badikenita Sitepu (6.516 dukungan), Manandus Sitanggang (6.176 dukungan), Edy GP Manurung (6.247 dukungan), Binrot Rajagukguk (5.615 dukungan), Saroziduhu Zebua (5.392 dukungan).
Adapun calon anggota DPD lainnya adalah Haris, Darwin Hamonangan Lubis, Syamsul Anwar Harahap, Darwin Hamonangan Lubis, Ganda Satria Dharma, Mukhlis, Rahmat Hidayat, Togu Harlem Lumbanraja, dan Edison Sianturi.
Namun hingga menjelang Senin petang, KPU Sumut belum mencantumkan dukungan sembilan calon anggota DPD terakhir karena masih dalam tahap penghitungan.
Dari 29 nama tersebut, terdapat tiga nama anggota DPD asal Sumut periode 2009-2104 yakni Prof Damayanti Lubis, Parlindungan Purba, dan Rudolf M Pardede.
Sedangkan satu anggota DPD asal Sumut periode 2009-2104 lainnya yakni Rahmat Shah tidak terlihat mendaftarkan diri kembali hingga batas akhir masa pendaftaran.
Anggota KPU Sumut Surya Perdana mengaku, jumlah calon anggota DPD yang mendaftarkan diri tersebut berkurang dibandingkan Pemilu 2009 yang berjumlah 38 orang.
Pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengenai penyebab menurunnya jumlah pendaftaran calon anggota DPD untuk Pemilu 2014 tersebut.
"Pemilu lalu, pendaftarnya 38 orang dengan jumlah dukungan minimal 3.000 orang," katanya.
GEREJA YANG BENAR TIDAK BOLEH BERPOLITIK
Terkait dengan adanya sejumlah pimpinan gereja, yang merestui Gereja dijadikan tempat kegiatan politik, oleh salah satu Parpol yang ada di Kabupaten Dairi, sangat disayangkan oleh warga masyarakat Kabupaten Dairi.
Selain dianggap dapat memcah belah warga Gereja, kegiatan politik seperti, kegiatan pengkaderan Partai di dalam Rumah ibadah itu, dinilai sudah bertentangan dengan fungsi Gereja yang sebenarnya yakni, sebagai tempat beribadah, dan untuk memberitakan Firman Tuhan.
Bahkan kegiatan Politik tersebut, juga sangat disayangkan oleh, Ephorus (Emeritus), Dr. S.A.E. Nababan, LLD, yang dihubungi Batak Pos, usai menyampaikan ceramah, pada Seminar dengan thema,” Tugas Dan Tanggung Jawab Gereja Dibidang Politik”, di Sopo Godang HKBP Sidikalang Kabupaten Dairi, Jumat (18/1).
“Kalau ada pimpinan Gereja merestui kegiatan politik di dalam sebuah Gereja, saya sangat menyesalkan perbuatan itu. Sebab perbuatan seperti itu, dapat memecah belah warga gereja, dan tidak lagi sesuai dengan perbuatan atau pekerjaan mereka, selaku gembala”, kata Nababan.
Menurut Pdt. S.A.E. Nababan yang juga Presiden Dewan Gereja se- Dunia itu, tugas gereja adalah untuk memberitakan Firman Tuhan, dan membina persatuan dan kesatuan warga, supaya sadar dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
“ Gereja kristus yang benar tidak boleh terpancing masuk ke dalam politik praktis, dalam arti, membina warganya untuk satu Parpol, atau membina warganya untuk memilih satu orang kandidat. Tetapi, yang dapat dilakukan pimpinan gereja adalah, mendorong warganya supaya aktif dengan partai yang ada, sebagai saluran untuk memperjuangkan cita-cita dalam demokrasi”, jelas Nababan.
Oleh sebab itu, Pdt. S.A.E. Nababan yang dikenal sangat disiplin itu, menghimbau, agar seluruh pimpinan gereja yang merestui gereja menjadi tempat kegiatan politik itu, dapat merenungkan kembali sikap atau perbuatan mereka,
Sebelumnya, pada acara seminar “Tugas Dan Tanggung Jawab Gereja Dalam Bidang Politik”, yang merupakan rangkayan Ibadah Ucapan Syukur, 60 Tahun Kehidupan Ketua DPD Kristen Indonesia Raya (KIRA) Sumut, Pdt. Sumurung Samosir itu, Pdt. S.A.E Nababan dalam ceramahnya menyampaikan 5 sikap orang kristen terhadap Pemerintah.
Yakni, Hormat kepada pemerintah, Taat kepada Undang-undang, Taat membayar pajak, Dapat menyampaikan pesan dan kritikan kepada pemerintah, serta melakukan Doa Syafaat.
Untuk memilih calon pemimpin, baik dalam pemilihan Kepala Daerah, maupun pemilihan calon Legislatip yang akan datang, Pdt. S.A.E Nababan mengajak masyarakat untuk tidak melihat partai, tetapi melihat orangnya.
“Untuk menentukan pilihan, jangan melihat partainya, tetapi lihatlah orangnya apakah, Mampu, takut akan Tuhan, Dapat dipercaya, dan apakah benci dengan suap ?”, ajak Nababan.
Kegiatan seminar yang juga dihadiri, Sekertaris Umum Persatuan gereja Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom itu, diikuti seribuan peserta, dan dipandu Moderator, Edward Simanungkalit. D 20.
Sumber:
Pdt. Dr. S.A.E. Nababan, LLD
Gereja Yang Benar Tidak Boleh Terpancing Masuk Ke Dalam Politik Praktis
SIRA Oline-Sidikalang :
Inilah Spaghettinya Orang Batak
Konon, Mi Gomak di warung ini paling enak di seantero Samosir. Dorman Restaurant, begitu sebutan Warung yang berada di Jalan Aek Hangat, Pangururan, Samosir. Lalu, seperti apa Mi Gomak? Mi yang digunakan bukan mi telor yang keriting dan tipis.
Sementara mi yang digunakan untuk Mi Gomak adalah mi lidi yang diameternya lebih lebar dan lurus seperti spaghetti. Teksurnya juga lebih kenyal, namun mudah putus saat digigit. Sausnya ibarat bolognese versi rendang.
“Sambalnya ini campur-campur saja, seperti bumbu rendang. Pertama tumis bumbu lalu campur santan,” kata Manik, pengelola rumah makan tersebut.
Bumbu-bumbu terdiri dari merica, jahe, andaliman, kelapa parut disangrai, daun bawang, bawang putih, dan bawang merah. Buah andaliman memang menjadi bumbu khas untuk masakan-masakan Batak. Tak lengkap kuliner Batak tanpa andalliman.
Rasanya? Enaknya bukan main. Saus berempah seperti rendang namun lebih halus, berkolaborasi dengan mi tebal yang lembut. Selintasan seperti spaghetti bolognese dengan rasa lebih berempah dan pedas, tanpa rasa asam dari tomat.
Kelar makan satu piring mi gomak, rasanya begitu membekas di lidah. Mi gomak lebih seru dimakan dengan telur bebek rebus. Menurut Manik, mi gomak mendapat sebutan tersebut karena cara makannya yang dengan menggunakan tangan.
“Diraup pake tangan, istilah sini ‘digomak’,” jelasnya.
Cocok menyantap mi gomak untuk sarapan pagi di Samosir. Teman makan mi gomak adalah kopi Samosir. Aromanya wangi dan rasanya lembut dengan selintasan rasa tanah.
Kopi jenis arabika tersebut mendapat aroma wangi dari kayu manis. Ya, orang Samosir memiliki kebiasaan menyangrai biji kopi dengan kulit kayu manis dan buah pala. Membuat rasa kopi semakin kaya.
Di Samosir terdapat beberapa warung yang menjual mi gomak. Namun, Dorman Restaurant disebut-sebut sebagai rumah makan yang menjual mi gomak sejak tahun 1982. Selama bertahun-tahun, rasa dari mi gomak tetap konsisten.
Bahkan penggemar mi gomak tersebut rela berjam-jam melintasi jalur darat dari daratan Sumatera Utara hanya untuk menikmati mi gomak di rumah makan ini. Manik sendiri adalah menantu dari pendiri Dorman Restaurant. Resep yang diwariskan tetap dijaga agar spaghetti ala orang Batak itu pun tetap lestari.
Sumber: KOMPAS

Nikmatnya Mi Gomak Sumut ...
"’Mi gomak’ menjadi makanan khas favorit bagi kami sehingga terasa kurang afdol berbuka puasa jika tidak menikmati hidangan spesial tersebut," kata H Hasibuan, seorang warga di Balige, Sumatera Utara, Rabu (25/7/2012).
Pada umumnya, kata dia, warga setempat ataupun daerah lain di sekitar kawasan Tapanuli sudah tidak asing lagi dengan jenis kuliner tersebut. Bahkan orang luar kota pun selalu mencari makanan spesifik tersebut untuk dijadikan sebagai menu berbuka.
Disebut "mi gomak", kata dia, karena cara penyajiannya cukup unik, yakni "digomak" (digenggam langsung) menggunakan tangan saat menyajikannya ke dalam wadah sebelum ditaburi kuah santan dengan bumbu "andaliman" (sejenis bumbu penyedap khas) yang tumbuhnya hanya ada di daerah Tapanuli.
"Rasanya unik, enak dan nikmat dengan harga yang relatif tidak terlalu mahal serta cocok sebagai menu spesial untuk berbuka puasa," kata Hasibuan.
H Sibarani, warga yang lain, menambahkan, dirnya bersama keluarga menjadikan kuliner itu sebagai makanan kegemaran. Hampir setiap bulan Ramadhan mereka menikmatinya sebagai hidangan khas yang disajikan untuk berbuka puasa.
Sementara itu, Boru Napit, seorang pedagang "mi gomak" di Pusat Jajanan Kota Balige mengaku, kiosnya selalu ramai diserbu para pembeli dan menjadikannya sebagai salah satu menu pilihan berbuka setiap Ramadhan. Penganan khas itu mendatangkan keuntungan yang relatif cukup besar baginya.
Ia mengatakan, cara menyajikan mi tersebut sangat sederhana, yakni cukup dengan merebusnya dengan air panas dan selanjutnya menaburkan kuah santan dengan bumbu-bumbu khas yang khusus.
Selain itu, kata dia, bahan mentahnya yang terdiri dari mi kuning kering, mudah ditemukan di pasar setempat sehingga penganan ini sangat populer dan cukup dikenal oleh masyarakat.
"Orang menyebutnya sebagai ’spaghetti’ Batak karena bentuk dan cara penyajiannya yang hampir sama. Cuma rasanya yang berbeda," kata Boru Napit sambil melayani pembelinya.
Disebutkannya, hingga hari kelima bulan Ramadhan, dirinya telah mengolah lima kilogram tepung menjadi mi kuning.
"Setiap satu porsi spaghetti Batak ini, saya jual Rp5.000,- dan meskipun banyak pedagang yang menjual masakan yang sama, saya merasa tidak ada persaingan, sebab jumlah pembelinya pun lumayan banyak," katanya.
Sumber : Antara
Sumber: KOMPAS

Puluhan Warga Demo Minta Bantuan Siswa Miskin
“Kemarin Senin (16/7) Di kantor Dinas Sosial ini ada pembagian bantuan kepada siswa miskin. Namun banyak warga yang datang tidak kebagian. Keluarga kami satu diantara ouluhan keluarga yang tidak kebagian, padahal kami mempunyai anak SD dan kami benar orang miskin,” terang Azhari disela-sela Demontrasi mereka, Selasa (17/6).
Azhari menambahkan adapun alasan Dinsosnaker tidak bersedia membagikan-bagikan bantuan tersebut kepada puluhan warga yang datang ke Dinsosnaker yaitu warga yang datang tersebut tidak masuk daftar penerima bantuan, padahal kenyataan dilapangan, warga yang menerima baru didaftar setelah menerima bantuan sumbangan itu. “Kenapa begitu sikap Dinsosnaker, kami jugakan warga yang tidak mampu. Untuk peralatan sekolah anak kami, susah untuk membelinya.,” keluh warga Lingkungan VI Kecamatan Binjai Utara ini.
Pantauannya dilpangan saat membagi-bagikan bantuan tersebut, Dinsosnaker hanya memberikan 3 buku tulis, 1 Tas, dan uang Rp 25 ribu per orang. Untu itu, Azhari menduga ada pengurangan – pengurangan bantuan yang diberikan oleh Dinsosnaker Kota Binjai. “Itu saja yang saya tahu diberikan mereka. Program ini adalah program tahun 2011 yang lalu katanya,” paparnya.
Kadinsosnaker Binjai, Nani mebantah bahwa program tersebut adalah tahun 2011 dan barang yang diberikan bukan hanya 3 buku tulis, 1 Tas, dan uang Rp 25 ribu per orang, tapi yang diberikan adalah 1 pulpen, 3 buku tulis, 1 tas, dan 1 penghapus. “Ini bukan program 2011 tapi rencana tahun 2011 program 2012, anggrannya ya tahun 2012. Mereka memang belum terdaftar sebagai penerima bantuan, karena yang menerima sudah terdaftar sejak kemarin dan di data ulang ketika menerima bantuan,” jelasnya.
Sedangkan, Kepala Biadang (Kabid) Pemberdayaan dan Jaminan Sosial, Ratna bantuan yang diberikan kepada siswa miskin ini hanya untuk 200 orang artinya yang ada hanya 200 paket saja dan bantuan ini tersebar diseluruh kecamatan – kecamatan di Kota Binjai. “Jadi mereka yang belum terdaftar akan kami daftar kembali untuk program selanjutnya. Itupun kalau memang ada program batuan untuk siswa miskin ini,” katanya.
Sumber: Tribun Medan

Belanja Pakaian Anak Produk Impor Di Siantar
Selain menyediakan jenis pakaian anak, kualitas jenis kain untuk pakaian anak juga diperhatikan. Sehingga tidak mengakibatkan iritasi bagi kulit anak yang sensitif. “Harganya juga dimulai dari Rp 15 ribuan, sehingga semua kalangan masyarakat bisa menikmati pelayanan kita,” katanya.
Sejak 1 Juni 2012, Haritsa Kids Store telah menerbitkan member card belanja yang belaku seumur hidup. Dimana dengan registrasi Rp 10 ribu setiap member akan mendapat voucher belanja Rp 1.000 setiap belanja Rp 30 ribu. Berlaku kelipatan dan saat membelanjakan voucher, member juga tidak perlu ragu. Tetap akan diberikan voucher belanja sesuai dengan yang ditetapkan.
“Dengan kata lain, ketika voucher dibelanjakan juga akan memberikan voucher baru,” katanya sembari mengatakan saat ini membernya telah mencapai 600 member. Dan menurut pengakuan Haris, pihaknya menyediakan card member untuk melayani setiap pelanggan yang ingin mendaftar sebanyaknya.
Kemudian, selain untuk anak, toko ini juga menyediakan sepatu Davinci asli dari Malaysia dengan harga yang sama untuk para ibu-ibu. “Kita anggap ini sebagai kado untuk para ibu yang ingin menikmati produk dari Malaysia tanpa harus berangkat kesana,” ujar Haris.
Warga juga tidak usah khawatir dengan kondisi stok barang, karena setiap minggu akan dipasok barang baru dimana toko ini mengutamakan model terbaru, kualitas terbai dan harga terjangkau.
Haritsa Kids Store juga memberikan garansi dua hari setelah berbelanja. Jika pakaian tidak sesuai dengan yang diharapkan bisa dikembalikan. “Asal tidak senagaja dirusakkan,” katanya. Garansi ini merupakan garansi lainnya setelah membatasi stok barang satu jenis hanya tiga sampai empat stel. Garansi lainnya adalah setiap bulannya bagi member yang belanja paling banyak setiap bulan akan diberikan voucher belanja. Dengan terbanyak pertama Rp 100 ribu, yang kedua Rp 75 ribu, dan yang terbanyak ke tiga Rp 50 ribu.
Kemudian, suasana belanja yang nyaman juga disajikan di toko yang berada tidak jauh dari kantor Polres Pematangsiantar ini. Dimana anak-anak disediakan tempat bermain seperti kolam bola dan arena lainnya. Kemudian, tempat untuk duduk para suami yang menunggu istrinya belanja juga disediakan.
Sumber: Tribun Medan

SMP Negeri di Taput Hanya Diasuh Guru Honor
Parahnya lagi, guru yang mengajar siswa tingkat SMP tersebut bukanlah guru-guru yang telah berpengalaman. Sehingga, orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya di sekolah yang dioperasikan sejak tahun ajaran 2011/2012 itu kecewa.
“Kemarin menurut hasil rapat orangtua, hanya ditambah tiga guru honor, bagaimana nanti mutunya pendidikan juga kita tidak tau,” ujar orangtua Siswa A Manalu kepada wartawan, Selasa (17/7/2012).
Sangat disayangkan jika sampai tahun ajaran kedua ini juga tidak ada kebijakan dari pemerintah Kabupaten Tapanuli untuk menempatkan guru-guru yang berpengalaman di bidangnya.
“Ini menyangkut amsa depan anak-anak, bagaimana bisa mengikuti proses belajar mengajar jika pola pendidikan yang diterima sama dengan saat duduk di SD,” ujarnya kesal. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri minimnya tenaga guru mengakibatkan sistem pengajaran yang dangkal.
“Kita tidak salahkan guru yang mengajar, itulah kemampuan mereka. Kita hanya bisa berharap, agar penambahan guru hendaknya menjadi suatu proses peningkatan mutu pendidikan,” kata orangtua siswa yang duduk di bangku kelas VIII ini.
Mengingat jumlah mata pelajaran yang ada di tingkat pendidikan SMP, tidak sepantasnya guru yang dipekerjakan hanya tiga orang untuk setiap tahun ajaran. Dan saat memasuki satu tahun sekolah tersebut didirikan dan dioperasikan baru ditempatkan seorang Pejabat Sementara untuk administrasi kelengkapan sementara.
Seperti tahun ajaran 2011/2012 siswa yang berjumlah 15 orang untuk tahun pertama yang seharusnya menerima lebih dari 10 bidang studi justru ditangani tiga orang guru. “Kadang, anak-anak ini pun mengeluh karena hanya ditugaskan mencatat buku bacaan,” katanya.
Menutu A Manalu, saat ini posisi Ranggitgit yang sesungguhnya sangat strategis dengan daerah disekitarnya sangat mendukung. Seperti Desa Tornauli, Sisoding, Dolok Nauli, dan Simpang Tolu sangat strategis untuk bersekolah di Ranggitgit.
“Tahun inikan, sudah ga mau lagi mereka datang kesini. Tidak ada guru, bagaimana mau belajar,” ujarnya.
Menurut Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, tingkat SMP seharusnya mendapat jam belajar 32 jam pembelajaran per minggu. Sehingga warga sangat kecewa dengan kondisi ini. Dimana, siswa yang masuk tahun lalu, saat ini masuk kelas VIII. Warga mengatakan, pihaknya sudah mengeluhkan hal ini sejak awal. Karena menyekolahkan anak adalah untuk mendapatkan ilmu dan bisa membawa kemajuan bagi sang anak. Yang terjadi saat ini, justru anak-anak mereka jalan ditempat. Kekahwatiran semakin memuncak, ketika melihat anak-anaknya mengeluhkan kondisi pengajaran di sekolah.
“Cuma mencatat nya kami disekolah,” katanya menirukan keluahan anaknya.
Jadi, kerisauan semakin memuncak pada warga yang menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Warga mengharapkan, agar pemerintah memperhatikan mutu pendidikan. Bukan hanya menyediakan gedung dengan melemahkan posisi pendidikan di daerah itu. Sebab, sebelumnya siswa dari Ranggitgit bersekolah ke Desa Aekraja, sekolah swasta atau ke luar daerah.
“Kita juga senang dengan pembangunan kampung ini, anak-anak tidak lagi bangun pagi-pagi untuk menempuh 8 km ke Aekraja. Tapi jangan justru merusak mutu pendidikan putra-putri di kampung ini,” ujarnya berharap dalam bahasa daerah.
Sumber: Tribun Medan

Temui RE Nainggolan, Elemen Masyarakat Langkat Sampaikan Dukungan
DUKUNG: DR RE Nainggolan menerima elemen masyarakat Langkat pengurus Lembaga Parbato, Langkat, Kantor Pusera Jalan Kapten Muslim Medan, akhir pekan lalu. //sumut pos
ELEMEN masyarakat ini menilai figur DR RE Nainggolan layak didukung oleh berbagai kalangan karena karisma dan ketokohannya. ‘’Pemimpin Sumut ke depan itu harus menjadi ‘hamba’ yang melayani rakyatnya. Tapi di lain sisi, seorang pemimpin harus juga bisa menjadi ‘raja’ karena pemimpin itu sosok yang mengayomi rakyatnya. Pemimpin Sumut itu harus bermental raja dan berani menanggung risiko demi rakyatnya. Nilai itu kami lihat tertanam pada figur pak RE Nainggolan,’’ ungkap Ketua Lembaga Parbato Langkat, Saut Sibarani, didampingi pengurus SPL Sitompul, Ketua Koperasi Parbato Langkat, M Simbolon, Penggerak Pemuda Parbato Langkat, Herman Sihombing, dan sejumlah pengurus lain, saat datang ke markas Pusat Studi Ekonomi Rakyat (Pusera) di Jalan Kapten Muslim, Medan.
Saut berpendapat Sumut memerlukan figur yang kenyang pengalaman birokrasi untuk menggerakkan pembangunan yang mulai mengalami staganasi. “Pengalaman pak RE Nainggolan di pemerintahan saya kira lebih dari cukup. Karir birokrasinya sangat komprehensif. Mulai dari tingkat bawah di kecamatan hingga pucuk tertinggi yang bisa dicapai seorang PNS di daerah, yaitu Sekdaprov,” ujarnya.
Saut mengharapkan masyarakat bisa dewasa menilai seorang figur dan tidak terjebak paradigma politik yang sempit. “Saatnya masyarakat memiliki pandangan luas dalam politik. Dengan demikian hasil dari proses politik yang mahal itu bisa dirasakan bersama. Saya yakin rakyat yang kenal pak RE Nainggolan punya kesan baik. Orangnya santun dan menempatkan diri di atas semua golongan, dan tak pernah memandang perbedaan,’’ ujarnya tanpa bermaksud memuji berlebihan.
Pengurus Parabato lainnya, SPL Sitompul, mengungkapkan, RE Nainggolan adalah sosok yang khattam dalam urusan pemerintahan. “Kami yakin dengan segudang pengalaman itu beliau tak akan sulit membangun Sumut lebih baik. Itu yang mendorong kami datang jauh-jauh dari Langkat untuk menyuppor beliau,” tukasnya.
Merespons dukungan itu, mantan Bupati Taput yang akrab disapa RE itu, mengucapkan terima kasih atas ketulusan hati elemen masyarakat dan para pengurus Parbato Langkat. Dia mengaku tak menyangka adanya dukungan sejauh itu dari elemen masyarakat dari berbagai tempat. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga kebersamaan ini menjadi modal kita berjuang. Tanpa kekompakan mustahil suksesi kepemimpinan dan pembangunan Sumut tercapai dengan baik,” kata RE.
RE menyampaikan apresiasi atas kedewasaan berpolitik masyarakat Sumut saat ini. ‘’Saya pikir pantas kita berbangga hati karena Sumut menjadi model keharmonisan mayarakat dalam keberagaman,” ujarnya sembari meyakinkan pemimpin Sumut ke depan harus punya visi pluralisme yang dikombinasikan dengan komunikasi politik sebagai motor pemerintahan. (tms)
Sumber: Sumut Pos

Bintatar Hutabarat Andalkan Effendy Simbolon
“Saya kira paling tidak secara moral dan individu, dia (Effendy Simbolon, Red) akan mendukung,” ungkap General Manager (GM) Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera-I Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini di Jakarta, kemarin. Effendi yang diandalkan Bintatar merupakan tokoh muda paling berpengaruh dari partai yang dinakhodai sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Keyakinan lain Bintatar adalah jabatannya dalam kepengurusan Parsadaan Simbolon dohot Boru se-Indonesia (PSBI) yang diyakini menjadi pertimbangan PDI-P. Pasalnya, organisasi marga ini punya ratusan ribu anggota yang tersebar dari Sumut hingga luar negeri. “PSBI juga secara moral akan mendukung saya. Saya kan pengurus harian, di situ Effendy sebagai ketua umum,” tukasnya.
Kendati terkesan pongah dan percaya diri, Bintatar mengakui seluruh keputusan tetap di tangan PDI-P. Pasalnya keputusan menetapkan siapa yang berhak dicalonkan partai mengacu sejumlah kriteria seperti kapabilitas dan elektabilitas figur yang diusung. Bintatar mengklaim modal utama dirinya maju di Pilgubsu bisa diukur dari kinerjanya selama bertugas di PLN Wilayah Sumut.
“Kalau Sumut ingin lebih maju, primordialisme harus ditinggalkan. Saya ingin Sumut tidak tertinggal dari provinsi lain. Infrastruktur jalan, listrik, ekonomi, harus cepat kita benahi,” ungkap jebolan Fakultas Teknik Elektro USU tersebut. (gir)
Sumber: Sumut Pos

Seleksi Delapan Balon Cagubsu dan Dua Balon Cawagubsu
Baik kader maupun non-kader akan menunggu tahapan seleksi selanjutnya. Ini baru tangga pertama. Banyak anak tangga lain yang harus dilewati. Jalan mereka masih panjang dan berliku untuk bisa terpilih sebagai Cagubsu/Cawagubsu dari partai pemenang Pemilu 2009 ini.
TAHAPAN selanjutnya adalah surveitim independen untuk pemeringkatan siapa yang paling mendapat sambutan ditengah masyarakat. Meski demikian, tetap saja hasil surveitersebut tidak langsung membuat peringkat teratas otomatis diusung partai untuk menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu).
Anggota tim sembilan Partai Demokrat Sumut, Tahan Manahan Panggabean dalam sesi penutupan pendaftaran Cagubsu/Cawagubsu 2013 di Kantor Sekretariat PD Sumut, Jalan Multatuli Medan, Rabu (6/6), mengatakan hasil surveiini hanya menjadi pertimbangan bagi majelis tinggi Demokrat yang diketuai oleh SBY.
“Mengenai jaminan sendiri, kami tidak bisa memastikan. Karena pertimbangannya ada di Majelis Tinggi Partai yang diketuai Pak SBY,” katanya.
Terkait parameter survey, Tahan mengatakan, parameter surveiditentukan sendiri oleh UI sebagai surveyor.
“Nanti akan diputuskan oleh Majelis Tinggi dengan berbagai pertimbangan. Jadi, setelah survei selesai mungkin sebulan atau dua bulan ke depan, hasilnya akan disampaikan ke DPP. Selain itu juga akan ada pertimbangan internal partai termasuk dari tim 9 maupun DPD Demokrat Sumut,” ungkap Sekretaris DPD I Partai Demokrat Sumut tersebut.
Terkait 10 nama yang resmi mendaftar, Tahan menjabarkan, delapan diantaranya mendaftar sebagai orang balon Gubsu adalah Sutan Batoegana, Cornel Simbolon, Benny Pasaribu, Gus Irawan Pasribu, AY Nasution, Amri Tambunan, HT Milwan dan T Erry Nuradi. Sementara yang melamar cawagub, yakni Mindo Tua Siagian dan Nurhasanah.
Dan terdapat delapan orang lainnya yang mengambil formulir tapi tidak mendaftar, atau tidak mengembalikan formulir. “Artinya dengan adanya sepuluh nama ini, maka tugas kami di Tim-9 adalah menyampaikan data lengkap dan berkas sepuluh nama ini untuk disurvei. Hasil survei akan kami laporkan ke DPP untuk disampaikan kepada Majelis Tinggi. Keputusan akhir ada di Majelis Tinggi,” katanya.
Secara terpisah, Sutan Bathoegana Siregar tampak semakin percaya diri bakal bisa maju sebagai Cagubsu yang diusung Partai Demokrat. Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu fokus menggenjot sosialisasi dirinya agar diterima masyarakat Sumut.
Ditanya apakah sudah melirik kandidat cawagub yang akan dijadikan pasangannya, Sutan mengatakan, untuk saat ini dirinya belum memikirkan soal pasangannya itu. “
Saya belum ada berpikir cari cawagubsu untuk saat ini, masih terlalu dini,” kilahnya saat ditanya koran ini di Jakarta, kemarin (6/6).
Sutan merupakan tokoh dengan latar belakang murni politisi. Sementara, banyak kandidat yang muncul, latar belakangnya cukup beragam. Mulai dari mantan tentara, mantan birokrat, dan politisi.
Sejumlah kalangan menilai, idealnya seorang politisi harus menggaet birokrat yang sudah paham seluk-beluk pemerintahan, agar saat berkuasa nantinya bisa langsung menjalankan roda pemerintahan.
Bagaimana dengan Sutan? Salah seorang dari sembilan tokoh pendiri Partai Demokrat itu menyatakan, dirinya tidak akan melihat latar belakang kandidat yang akan dipilih menjadi pasangannya. Dia tak peduli apakah dia bekas jenderal, politisi, ataupun mantan birokrat.
“Saya tidak akan lihat latar belakangnya,” ujar Sutan. Yang terpenting, katanya, orang tersebut disukai rakyat dan sosok yang mau bekerja keras untuk kepentingan rakyat. Satu kriteria lagi, orang tersebut tidak berpotensi memunculkan terjadinya pecah kongsi.
“Harus bisa bekerja sama dengan gubernur, dalam suka dan duka untuk membangun Sumut yang lebih mantab,” ujar Sutan yang sudah gencar mendengungkan slogan MANTAB (Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Asri, Bersih) itu. (ari/sam)
Sumber: Sumut Pos

Kasus Dugaan Korupsi Biro Umum Pemprovsu, Istri Gatot Akan Diperiksa
Direktur Ditreskrimsus Poldasu, Kombes Pol Sadono Budi Nugroho saat dikonfirmasi Senin (16/7) petang, membenarkan rencana pemeriksaan itu. “Iya, istri Plt Gubsu akan diperiksa,” ujar melalui balasan pesan singkat (SMS). Tetapi ia tidak bersedia menyebutkan kapan tanggal pemeriksaan.
Hingga berita ini diturunkan, Sumut Pos masih berusaha meminta konfirmasi pada Sutyas terkait keterangan Kombes Sadono Budi Nugroho tersebut. Sementara, mantan bendahara biro umum Setda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sudah menjadi tersangka dalam kasus tersebut, Aminuddin, kemarin menjalani pemeriksaan. Dalam agenda pemeriksaan itu, Aminuddin didampingi pengacaranya, Dody SH. Aminuddin saat disapa Sumut Pos hanya tersenyum. “Alhamdulillah saya sehat,” ujar Aminuddin singkat.
Kuasa hukum Aminuddin, Dody SH saat ditanya wartawan menyebutkan kliennya sudah mulai buka mulut terkait siapa saja yang terlibat korupsi di Biro Umum. “Klien saya (Aminuddin,red) sudah menyebutkan nama yang terlibat. Beliau tidak mau sendiri menjadi tumbal,” ujar Dody.
Istri Syamsul Arifin juga Dapat Bagian
Dalam pemeriksaan tadi, Dody mengatakan Aminuddin telah menyebutkan nama-nama orang yang diduga terlibat menikmati aliran dana korupsi Biro Umum. “Yang menikmati aliran dana itu adalah Rajali, Neman Sitepu, Fatimah Habibi (istri Syamsul Arifin SE), Ridwan Panjaitan selaku Asisten Pribadi (Aspri) Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho,” sebut Dody.
Dikatakan Dody, Aminuddin diperiksa sejak pagi tadi. Dalam pemeriksaan itu, Aminuddin dicecar sekitar 13 pertanyaan seputar kemana saja aliran dana korupsi Biro Umum tersebut. “Namun saat di depan penyidik, klien saya (Aminuddin, Red) tidak mau menyebutkan siapa-siapa saja yang terlibat,” ungkap Dody.
Dody menegaskan, pertanggungjawaban dana korupsi Biro Umum merupakan tanggung jawab almarhum Anshari Lubis yang saat itu menjabat Kepala Biro Umum Pemprovsu. “Anshari paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi ini. Akan tetapi hal ini tidak mungkin, sebab tersangka sudah meninggal,” sebut Dody.
Dody menyebutkan, setidaknya dalam kasus ini sudah 60 saksi diperiksa penyidik. “Penyidik dalam hal ini harus pro aktif, jangan hanya Aminuddin yang terima getahnya. Akan tetapi siapa yang terlibat harus ditangkap juga, biar ada kawan klien saya,” ungkapnya sambil tersenyum.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso mengatakan, kerugian negara diketahui dari audit ketekoran kas di Biro Umum Pemprov Sumut senilai Rp15.862.062.067.
Dari perhitungan ada selisih antara perhitungan penyidik kepolisian dengan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp2.817.236.002.
Kerugian negara di antaranya digunakan untuk SPJ voorijder (pengawalan) pada 1 Januari 2010 sebesar Rp150 juta, makan minum Rp2 miliar, listrik sebesar Rp1 miliar lebih, SPJ 1 Januari – 30 Juni pada belanja sehari-hari di rumah dinas sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut keseluruhannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010, namun dibayarkan pada APBD tahun 2011.
Heru juga sempat menyebut ada lima calon tersangka dalam kasus itu, yakni Rahmatsyah (mantan Plt Sekda), Asrin Naim (Asisten IV/Administrasi Pemprov Sumut), Harianto Butarbutar (Kabag Perbendaharaan Biro Umum), serta dua PNS di Biro Umum (Suweno dan Namen Sitepu).
Sumber: Sumut Pos

Rajin Ibadah kok Tetap Korupsi, Kenapa?
"Salat tetapi korup dan tetap nekad korup, adalah pendusta Islam," terang Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat berbincang, Senin (18/6/2012).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan, sejak lama sudah juga memberi fatwa bahwa korupsi haram. Bukan terbatas pada agama Islam saja, agama yang lain pun demikian. Korupsi dilarang agama. Tentu juga, apa yang dilakukan koruptor dan ibadah tidak bisa disamaratakan, tetapi muncul dugaan, jangan-jangan agama hanya dipakai sebagai kedok untuk menarik simpati publik.
"Salat harus berbuah ketulusan dalam berpihak membela yang lemah. Mereka(koruptor) gagal memahami makna, fungsi, dan tujuan salat. Bisa jadi salat, umroh, dan haji dijadikan alat meng-cover perilaku korupnya," terang Busyro.
Tingkah laku mereka yang memakai topeng agama dan tetap berperilaku korup itu memang membahayakan. Selain menodai agama, juga diduga sebagai upaya menutupi kejahatan.
"Ini merupaka spiritual laundering, lebih parah dari pada money laundering," tuturnya.[003-detik.com]
The Globe Journal

Anggaran Pilgubsu 2013 Sebesar Rp496 M
Menurut Ketua KPU, Irham Buana berdasarkan rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, beberapa waktu yang lalu, menetapkan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara priode 2013-2018 berlangsung pada Kamis 7 Maret 2013.
"KPU telah menyusun tahapan-tahapan Pilkada, dan hari "H" Pilgubsu pada Kamis 7 Maret 2013. Jika terjadi dua putaran, maka akan dilangsungkan pada Rabu 1 Mei 2013," ujar Irham Buana Nasution, SH MHum kepada The Globe Journal hari ini.
Dia menambahkan, selain menetapkan jadwal Pilkada Provinsi, keputusan penting dalam rapat pleno tersebut, juga menetapkan tahapan persiapan Pilkada provinsi yang akan dimulai pada 10 September 2012, dengan pembentukan badan-badan penyelenggara pemilu, PPK dan PPS. Tahapan pilkada ini disusun dan direncanakan lebih dini mengingat KPU harus mulai menyiapkan seluruh keputusan dan peraturan-peraturan pada Juni tahun ini. Untuk itu, KPU mengingatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk mulai menyiapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4), karena harus sudah disiapkan pada April 2012.
"Sesuai ketentuan Undang Undang, 7 bulan sebelum hari "H" Pilkada DP4 harus sudah ditetapkan," ujar Irham Buana.
Hal ini juga penting, lanjutnya, untuk mensinkronkan dengan ketersediaan anggaran Pilkada yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dalam waktu dekat, KPU akan menyerahkan dan menyampaikan secara resmi rencana tahapan pilkada ini ke DPRD dan Pemprovsu, untuk sinkronisasi dan persiapan anggaran.
Berdasarkan perhitungan sementara KPU telah menganggarkan untuk penyelenggaraan Pilgubsu senilai Rp496 miliar. “Tapi anggaran itu belum dibahas terperinci, dan masih memungkinkan untuk dilakukan koreksi dan disederhanakan, serta dihemat pada beberapa kegiatan,” jelasnya.
Dia juga menyinggung, agenda penyelenggaraan itu dipercepat 1 bulan dari jadwal sebelumnya mengingat UU No 32 dan perubahannya terutama bagi calon perseorangan serta adanya aturan Pilkada 2 putaran.
“Oleh karenanya percepatan penyelenggaraan Pilkada itu, agar 16 Juni sebagai pergantian Gubsu tak terlewatkan,” tegasnya.
The Globe Journal

Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Azmyn Yusri Nasution Ramaikan Bursa Cagub Sumut
Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Azmyn Yusri Nasution meramaikan bursa pencalonan Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Hari ini dia mengembalikan formulir pencalonan ke Partai Demokrat Sumut.Didampingi sejumlah anggota tim sukses, AY Nasution mendatangi sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut, Jl. Multatuli, Medan, yang juga merupakan sekretariat panitia pendaftaran Bakal Calon gubernur Sumut Periode 2013-2018 untuk Partai Demokrat.
"Partai Demokrat merupakan partai pertama yang saya datangi, tapi penjajagan ke partai lain juga dilakukan, nanti akan daftar juga," kata AY Nasution, Sabtu (2/6/2012).
Menurut Nasution, komitmennya terhadap pembangunan di Sumut merupakan alasan utama keinginannya menjadi calon gubernur. Dia meyakini, pengalamannya di Angkatan Darat akan menjadi bekaluntuk mendukung kinerjanya kelak.
AY Nasution mengakhiri jabatan sebagai Pangkostrad pada Maret 2012 lalu. Posisinya digantikan Mayjen TNI Muhammad Munir.
Selain AY Nasution, ada sejumlah nama lain yang ikut meramaikan bursa cagub Sumut dan mendaftar melalui Partai Demokrat Sumut. Antara lain Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan, mantan Wakasad Letjen Purn Cornel Simbolon, dan anggota DPR Sutan Bhatoegana.
detikNews

Letjend (Purn) Cornel Simbolon Optimis Cagubsu Demokrat
Mantan petinggi TNI meramaikan bursa pencalonan Gubsu pada Pilgubsu 7 Maret 2013. Letjend (Purn) Cornel Simbolon, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini mendaftar sebagai calon Gubsu ke Sekretariat DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Multatuli, Medan, Jumat (1/6).Dengan pendaftaran ini, maka pria kelahiran Pangururan, Samosir yang kini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat bidang politik dan keamanan akan bersaing dengan sesama kader Demokrat lainnya untuk menjadi calon Gubsu , yakni Sutan Bhatoegana yang sudah mendaftar lebih awal.
Selain itu, Cornel juga bakal bersaing dengan sesama mantan petinggi TNI lainnya, yaitu mantan Pangkostrad Letjen (Purn) AY Nasution yang disebut-sebut akan maju jadi Gubsu lewat Demokrat juga. Bahkan, AY sudah membentuk AY Center sebagai sarana dirinya lolos sebagai calon Gubsu bahkan memenangkan perebutan Sumut-1.
Usai mendaftar, Cornel menegaskan dirinya optimis akan diusung oleh partai tempatnya berkarir politik setelah pensiun dari TNI tersebut sebagai calon Gubsu.
"Saya calon gubernurnya, dan seratus persen saya yakin akan diusung Demokrat. Karena yakin loloslah maka saya mendaftar," tegasnya.
Soal kedekatannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat sebagai modalnya lolos menjadi calon Gubsu, Cornel mengaku semua kader punya peluang yang sama. Bahkan, semua kader yang ingin maju sudah mendapat restu SBY.
Mengenai siapa nantinya yang ditetapkan sebagai calon, tentunya partai punya ukuran dan pertimbangan tersendiri.
"Sama halnya dengan adanya kader yang sudah terlebih dahulu mendaftar, tentu siapa yang paling layak lah yang akan diusung," sebutnya ketika ditanya tentang sosok Sutan Bhatoegana yang akan menjadi salah satu pesaingnya.
Begitu juga soal rencana AY Nasution yang berniat maju sebagai calon Gubsu, Cornel menjelaskan, sekalipun ada mantan prajurit lainnya yang akan melamar ke Demokrat, ia menganggap hal itu tidak kemudian menjadi pesaing. Akan ada penilaian sesuai mekanisme partai siapa yang akan diusung nantinya.
Apakah dirinya sudah punya pasangan sebagai calon Wagubsu, Cornel mengaku sudah mengincar sejumlah nama, namun ia belum bersedia menyebutkan.
Soal kriterianya, Cornel menyebut di antaranya ada nuansa kebhinekaan, berasal dari partai, baik kader Demokrat maupun parpol lain yang akan dijadikan koalisi.
Saat mendaftar, Cornel didampingi para tim suksesnya dan diterima anggota Tim 9 (penjaringan/penyaringan calon Gubsu) Demokrat dan Direktur Eksekutif DPD Demokrat Sumut Borkat Hasibuan.
Meilizar Latief menjelaskan, sudah dua orang mendaftar sebagai calon Gubsu lewat partainya. "Saat ini sudah ada dua orang yang mendaftar ke Demokrat, meskipun yang mengambil formulir sudah banyak. Pendaftaran masih dibuka dan belum ada petunjuk kapan akan ditutup," terangnya.
Gus Irawan
Pada hari yang sama, Direktur Utama Bank Sumut mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubsu ke DPD Demokat dan PDIP Sumut. Pengambilan formulir dikuasakan kepada Ari Haris Siregar dan Darma Bakti Lubis.
Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Brilian Moktar yang menerima kedatangan perwakilan Gus Irawan mengatakan, rencananya Gus mendaftar sebagai calon, hari ini.
"Tadi saya bertelepon dengan beliau (Gus Irawan-red) dan katanya akan mendaftar besok (hari ini)," ungkap anggota FPDIP DPRD Sumut ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, sudah dua orang yang mendaftar sebagai calon Gubsu lewat PDIP Sumut, yakni Bintatar Hutabarat dan mantan Sekdapropsu Dr RE Nainggolan. (herman/sasli simarmata)
MedanBisnis

Malaysia Klarifikasi Tor-tor ke Indonesia
Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia sudah memberikan klarifikasi awal kepada Kedutaan Besar RI di Malaysia tentang pendaftaran tari Tor-tor dan Gondang Sambilan sebagai warisan budaya Malaysia. Menurut pihak Malaysia, pendaftaran di Akta Warisan Kebangsan 2005 adalah demi kepentingan anggaran semata."Kenapa mereka ingin mendaftarkan? Karena harapannya ingin mendapatkan anggaran untuk pelestarian dan pengembangannya," kata juru bicara Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Suryana Sastradipraja, dalam perbincangan , Senin 18 Juni 2012.
Menurut Suryana, memang diduga ada penafsiran berbeda di Indonesia tentang Akta Warisan Kebangsaan. Pencatatan-pencatatan itu, kata Suryana, telah lama dilakukan Malaysia. Seperti misalnya mencatatkan peninggalan benteng Portugis dan peninggalan-peninggalan Portugis lainnya di Malaysia.
Dalam catatan itu, negara asal tetap dicantumkan. Seperti Benteng Portugis tadi, nama Portugis tetap akan disebutkan dalam akta itu. "Begitu juga dengan Tor-tor dan Gondang Sembilan. Akan disebutkan ini asalnya dari Mandailing, Indonesia," jelas Suryana.
Rencananya, Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim akan memberikan klarifikasi resmi ke Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur. "Kemungkinan klarifikasi hanya lewat tertulis saja. Sekarang beliau sedang berada di Singapura," ujar Suryana.
Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana sebelumnya mengakatan, masyarakat asal Mandailing yang merantau bisa saja mempraktekan budaya yang mereka miliki. Namun jangan sampai Malaysia sebagai negara memformalkan sebagai "milik" negara itu. Langkah itu dinilai salah besar.
"Ini berbeda dengan yang terjadi di Indonesia dimana komunitas China Indonesia memprekatekan budayanya, semisal Barongsay. Namun pemerintah Indonesia tidak memformalkan sebagai miliknya," kata Hikmahanto dalam keterangan tertulis.
Suryana memahami analogi Barongsay di Indonesia. Tapi, kata dia, ada satu hal yang dibedakan antara Indonesia dan Malaysia soal kebudayaan. "Kalau di Malaysia semua dicatatkan, kalau di Indonesia sepertinya tidak. Di Malaysia itu dicatatkan dengan tujuan untuk mendapat perhatian dan anggaran," kata dia. (sj)
VIVAnews

Subscribe to:
Posts (Atom)
ADAT BATAK
- Kitab Batara Guru
- Perkawinan dalam Adat Batak
- Pengertian Dongan Sapadan
- Pengertian Mangampu Anak, Mangampu Boru, Mangampu
- Pengertian Mangain Dalam Batak Toba
- Pengertian Huta, Lumban, Banjar
- Pengertian Marsumbang, Bongbong, Tompas Bongbong
- Pengertian Marga Raja, Marga Boru dan Tano Marga
- PENGERTIAN MARGA BATAK TOBA
- PENGGOLONGAN MARGA-MARGA BATAK
- Sejarah Batak (versi Gutenberg)
- Sejarah Kesultanan Batak
- Silsilah Bangso Batak
HITA BATAK
PARTUTURAN DOHOT TAROMBO BATAK
- Mungkin Kita Perlu Tau Ini, Sebagai Orang Batak - ...
- Pengertian Dongan Sapadan (Teman Seikrar, Teman Se...
- Pengertian Mangampu Anak, Mangampu Boru, Mangampu ...
- Pengertian Mangain Dalam Batak Toba
- Pengertian Huta, Lumban, Banjar
- Pengertian Marsumbang, Bongbong, Tompas Bongbong
- Pengertian Marga Raja, Marga Boru dan Tano Marga (...
- PENGERTIAN MARGA BATAK TOBA
- MARGA-MARGA YANG BERBEDA NAMUN BERNAMA SAMA (2)
- MARGA-MARGA YANG BERBEDA NAMUN BERNAMA SAMA (1)
- PENGGOLONGAN MARGA-MARGA BATAK
- Sejarah Batak (versi Gutenberg)
- Sejarah Kesultanan Batak
- Silsilah Bangso Batak


