Custom Search

Tugu Raja Siagian, Wujud Persatuan Dan Kesatuan Keturunannya

MYCULTURED

Untuk menjalin kesatuan dan persatuan, orang menempuhnya dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan oleh Keturunan Marga Siagian misalnya, membangun Tugu Raja Siagian sebagai alat pemersatu keturunan Marga Siagian se-Dunia ke masa depan yang lebih baik.

Untuk mewujudkan ikatan persatuan dan kesatuan yang solid pun ternyata tidak mudah. Keturunan Marga Siagian yang telah melakukan acara peletakan batu pertama, Sabtu (28/3) sebelumnya telah melalui proses yang panjang. Tahapan pasada tahi (penyatuan hati) ditempuh untuk dapat mempererat hubungan kekerabatan.

Kemudian setelah penyatuan hati, kemudian dibentuk panitia yang mengkoordinir tujuan persatuan dan kesatuan tersebut dan menggelar acara pahot tahi (memperkuat komitmen) yang pada akhirnya sepakat membangun Tugu Raja Siagian sebagai alat pemersatu bagi keturunan Marga Siagian dimanapun berada. Tugu Itu dibangun di Kampung halaman marga Siagian di Porlak Patik, Desa Sihobuk Kecamatan Balige.

Biasanya, dalam pesta Tugu ada saja orang yang mendominasi baik dari segi kekuasaan karena merupakan anak tertua dari keturunan marga. Atau dari segi kemapanan keuangan dan ekonomi keluarga sehingga harus lebih menonjol dan ditonjolkan di kalangannya. Namun, pada pembangunan Tugu Raja Siagian yang lebih berperan justru keturunan marga Siagian yang masih tergolong usia produktif (antara 30 – 50 tahun).

Itu merupakan salah satu hal yang sangat jarang ditemukan dan merupakan satu bukti bahwa kaum orang tua yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada kaum mudanya untuk berkarya. Sebaliknya, meski rekomendasi penuh diberikan, para orang tua tetap melakukan pemantauan.

Hal itu diungkapkan oleh Panitia Pembangunan Tugu Raja Siagian, R Rikki Siagian SE, SH, MM (Ketum), Ir Edward Siagian MT (Ketua Pelaksana), Henry Siagian DM (Sekum) Drs Turman Siagian, MSi (Bid Pembangunan), Edison Siagian, SE (Humas), DR Helson Siagian (Tenaga Ahli) di Balige, Sabtu (28/3).

Menurut panitia, pembangunan Tugu Raja Siagian bukanlah tujuan utama. Tapi pembangunan tugu itu merupakan sarana untuk mempersatukan seluruh marga Siagian se-Dunia untuk saling memberikan perhatian satu sama lain.

Diharapkan dengan keberhasilan pembangunan Tugu Raja Siagian akan dapat mempererat tali persaudaraan sesame marga Siagian se-dunia. Sehingga kelak banyak cita-cita yang akan dapat diraih dengan kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin.

Pada peletakan batu pertama pembangunan Tugu Raja Siagian, hadir juga dari keturunan Tuan Dibangarna yaitu marga Panjaitan, Silitonga, Sianipar. Ribuan warga Marga Siagian beserta bere (keponakan), boru (putri) nya hadir mengikuti acara peletakan batu pertama. Dari Pemerintah daerah, Sekdaprov Sumut RE Nainggolan mewakili Gubernur Sumatera Utara, Wakil Bupati Tobasa Ir Mindotua Siagian. lambaik manalu

batakpos-online

No comments:

Post a Comment

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari BUDAYA BATAK:

Delivered by FeedBurner

KOMENTAR NI AKKA DONGAN....!!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...