Custom Search

Pempropsu Usulkan Gubsu Pertama Mr. Sutan Muhammad Amin Nasution Jadi Pahlawan Nasional

Pemerintah propinsi (Pemprop) Sumut mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mengangkat Krueng Raba Nasution atau yang dikenal dengan nama Mr SM Amin Nasution, untuk menjadi pahlawan nasional. Pemprop bahkan telah mengirimkan surat secara resmi kepada Pemkab Mandailing Natal (Madina) serta Pemko Medan agar nama SM Amin Nasution ditabalkan jadi nama jalan di dua daerah itu.

Gubsu H Syamsul Arifin melalui Sekda RE Nainggolan saat menyampaikan sambutan tertulis dalam acara seminar bertajuk "Krueng Raba Nasution alias Mr SM Amin Nasution, Calon Pahlawan Nasional" di Bina Graha Jalan Diponegoro Medan, Kamis (11/6), menyatakan sosok Mr SM Amin sebagai seorang nasionalisme tulen yang dalam kesehariannya selalu menampilkan jatidirinya sebagai anak bangsa. Gubsu menambahkan, SM Amin adalah sosok gubernur bagi semua kalangan. "Dialah Gubernur Sumatera Utara pertama, sejak propinsi ini berdiri pada 15 April 1948," tegas Gubsu.

Seminar itu sendiri menghadirkan empat pembicara sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) DR Ichwan Azhari, sejarawan dan tokoh budaya Melayu Tengku Lukman Sinar SH, Kepala Humas Legiun Veteran Sumut Drs H Muhamad TWH serta tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPR/MPR RI periode 1992-1999 H Pandapotan Nasution SH. Kepala Dinas Kominfo Sumut Drs H Eddy Sofyan MAP didaulat sebagai moderator seminar yang dihadiri para purnawirawan TNI, veteran Angkatan 45, keluarga besar Mr SM Amin Nasution, serta masyarakat memenuhi ruangan seminar.

Putri Almarhum Mr S M Amin, Hj Aida Ismet Abdullah yang juga anggota DPD-RI dan isteri Gubernur Kepulauan Riau Ismet Abdullah serta Dr Dewi A Joesoef yang juga Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Pusat juga hadir langsung dan memberikan gambaran tentang seputar kisah hidup ayahanda mereka.

Pandapotan Nasution dalam makalahnya menyatakan SM Nasution adalah sosok nasionalis yang komplet, yang lahir di Aceh namun berasal dari keluarga Batak Mandailing.
"Mr SM Amin alias Mr Sutan Muhamad Amin dengan nama kecil Krueng Raba Nasution, lahir di Lho' Nga (Aceh) pada 22 Pebruari 1904. Dilahirkan oleh seorang ibu bernama Siti Mardiah asal Batang Natal Mandailing, dan ayah bernama Muhamad Taif gelar Raja Aminudin berasal dari kampung Pidoli Dolok, Penyabungan," ujar Pandapotan.
Saat perang kemerdekaan berkecamuk, SM Amin diangkat sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara pada 14 April 1947 di Pematang Siantar oleh Gubernur Sumatera Utara Mr Teuku Muhamad Hasan.

Pengangkatan itu, kata Pandapotan, tak terlepas dari pendudukan kolonialisme Belanda atas kota Medan sebagai ibukota propinsi Sumut. Berhasil memertahankan kemerdekaan Indonesia di Siantar, Presiden RI Ir Soekarno lalu mengangkat SM Amin menjadi Gubernur Sumatera Utara secara penuh pada 19 Juni 1948 di Kutaraja, Aceh.
"Saat itu Aceh dan Sumut masuk dalam satu propinsi," ujarnya. H Muhamad TWH dalam makalahnya memaparkan sosok SM Amin yang tetap teguh memegang panji-panji kemerdekaan Indonesia. Berkali-kali Amin menjadi buruan nomor satu kolonial Belanda.
TWH menyatakan Amin pernah di suatu masa berhasil menembus blokade kolonial Belanda agar dapat kembali ke Kutaraja sebagai pusat pemerintahan Sumut kala itu.Tengku Lukman Sinar menyatakan pengangkatan Amin sebagai Gubernur Muda Sumatera Utara oleh Gubernur Sumatera Utara Mr Teuku Muhamad Hasan tak lebih karena kapasitas Amin yang dikenal sebagai sosok yang moderat, mendukung penegakan hukum serta sangat ahli dalam ketatanegaraan dan pemerintahan.

Sinar menilai Amin mampu menjaga keseimbangan poltisi antar-etnis, terutama etnis Melayu dengan Tapanuli serta antara golongan kiri, moderat, dan kanan kala itu.
Ichwan Azhari sangat setuju jika Amin diangkat sebagai pahlawan nasional. Sebagai sejarawan, ia melihat peranan signifikan SM Amin dalam perjuangan kemerdekaan. ***http://www.inimedanbung.com/

Mr. Sutan Muhammad Amin Nasution
Krueng Raba Nasution

☐ Masa Kanak-kanak (1915-1919)
■ Solok (1915-1916) ■ Sibolga (1916-1927) ■ Tanjung Pinang (1918-1919)
☐ MASA PEMUDA (1919-1933)
■ Murid MULO/Pasar Baru (1921-1924)
■ Yogyakarta (1924-1927) ■ Batavia Centrum (1927-1933)
☐ MASA DEWASA (1934-1962)
■ Di Kutaraja (1934-1941) ■ Di Jakarta (1951-1953) ■ Masa di Jakarta (1956-1948)
■ Di Tanjung Pinang/Riau (1958-1960) ■ Di Jakarta (1960-1962)
☐ ■ Di Jakarta (1962-1984)

GURBENUR SUMATERA UTARA:
1. Sutan Muhammad Amin Nasution (18 Juni 1948 - 1 Desember 1948)
2. Ferdinand Lumbantobing (1 Desember 1948 - 31 Januari 1950)
3. Sarimin Reksodiharjo (14 Agustus 1950 - 25 Januari 1951)
4. Abdul Hakim (25 Januari 1951 - 23 Oktober 1953)
5. Sutan Muhammad Amin Nasution (23 Oktober 1953 - 12 Maret 1956)
6. Sutan Kumala Pontas (18 Maret 1956 - 1 April 1960)
7. Raja Djundjungan Lubis (1 April 1960 - 5 April 1963)
8. Eny Karim (8 April 1963 - 15 Juli 1963)
9. Ulung Sitepu (15 Juli 1963 - 16 November 1965)
10. PR. Telaumbanua (16 November 1965 - 31 Maret 1967)
11. Marah Halim Harahap ( 31 Maret 1967 - 12 Juni 1978)
12. Edward Waldemar Pahala Tambunan (12 Juni 1978 - 13 Juni 1983)
13. Kaharuddin Nasution (13 Juni 1983 - 13 Juni 1988)
14. Raja Inal Siregar (13 Juni 1988 - 15 Juni 1998)
15. Tengku Rizal Nurdin (15 Juni 1998 -5 September 2005)
16. Rudolf Pardede (10 Maret 2006 - 16 Juni 2008)
17. Syamsul Arifin (16 Juni 2008 - sekarang)


MYCULTURED

TOKOH BATAK

No comments:

Post a Comment

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari BUDAYA BATAK:

Delivered by FeedBurner

KOMENTAR NI AKKA DONGAN....!!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...