Custom Search

Edu Panggabean, Anak Siantar Juga Korban Sukhoi

Tim SAR menemukan 12 orang jenazah korban Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jawa Barat, Jumat (11/5). Isak tangis keluarga tak terbendung ketika mereka mengetahui jenazah para korban sudah tak utuh lagi.

Kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100 benar-benar mengakhiri segalanya bagi keluarga almarhum Edward Maraden Panggabean. Termasuk kenangan kebersamaan dengan keluarga.

Karyawan PT Indo Asia itu ternyata sempat jalan-jalan bersama ibunya di Parapat. “Bulan lalu masih jalan-jalan dengan ibu di Parapat. Tidak ada firasat sebelumnya,” ujar Marisi Hutasoit, ibunda Edward M Panggabean di Bandara Halim PK, Jakarta, Jumat (11/5).

Kini sang ibu terpaku dalam kesedihan menunggu penemuan dan evakuasi jasad anaknya. Ia berharap segera mengetahui nasib anaknya..



Kesedihan serupa juga dirasakan adik kandung Edward, Ellen Panggabean. Kedua perempuan ini menangis dengan suara kencang di pintu masuk Terminal Kedatangan Bandara Halim Perdana Kusuma. Mereka menangis sambil menyerukan nama Edo.

Di tengah jerit tangisnya, Ellen tiba-tiba pingsan di pelukan ibunya. Sontak, para petugas bandara mengangkat tubuh Ellen dan membaringkannya di depan Pos DVI Polri. Ia kemudian diberikan pertolongan sementara dengan digosoki balsem dan diberikan minuman teh hangat. Sementara sang ibu terus berurai air mata di sampingnya.

"Dimana dia? Harus ketemu. Harus ketemu anak saya!" kata Marisi sambil menangis.

[Edward bulan April lalu, sempat jalan-jalan bersama ibunya di Parapat.] Edward bulan April lalu, sempat jalan-jalan bersama ibunya di Parapat.Menurut salah seorang teman dekat Ellen, ibu dan anak itu histeris setelah mendengar serpihan pesawat Sukhoi buatan Rusia itu berada di sekitar tebing. Dijelaskannya, Edward menghabiskan masa kecilnya di Pematang Siantar sebelum kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Advent, Malang, Jawa Timur.

Sehari sebelumnya, Kamis, adik Edward, Ebenhard Hotma Panggabean menyandarkan keyakinannya pada paranormal. "Informasi yang saya terima, pesawat pecah dua. Kalau malam ini bisa ditemukan, kemungkinan penumpang yang selamat, besar," kata Eben mengutip terawangan dari seorang paranormal melalui percakapan telepon, Rabu (9/5) malam atau tujuh jam setelah pesawat hilang.

Eben menceritakan obrolannya dengan paranormal itu kepada dua saudaranya yang juga menunggu cemas. "Berarti harus ditemukan malam ini juga," kata perempuan berkacamata yang merupakan kerabat Eben.

Eben merupakan adik dari Edward M Panggabean, penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak pada pukul 14.33 WIB. Edward diberi kesempatan menjajal pesawat keluaran terbaru Sukhoi untuk kepentingan komersil itu.

Beberapa jam sebelum pesawat yang ditumpanginya, Edward sempat mengunggah sejumlah foto-foto dirinya di akun facebooknya. Foto yang diunggah Rabu, pukul 10:16 WIB itu, terlihat Edward bersama sejumlah pramugari. Mereka berfoto di depan tangga masuk Sukhoi Superjet 100.

Edward dan para pramugari Sukhoi Superjet 100 terlihat ceria sebelum mereka melayani demonstrasi penerbangan Sukhoi.

http://harianandalas.com

No comments:

Post a Comment

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari BUDAYA BATAK:

Delivered by FeedBurner

KOMENTAR NI AKKA DONGAN....!!!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...